Bank

Ungkapkan Apa Yang Anda Bayarkan ( Publish What You Pay/PWYP) menghimbau semua bank swasta, bank dagang dan bank retail untuk mensyaratkan transparansi pendapatan dari industri-industri ekstraktif sebagai persyaratan untuk semua pinjaman dengan jaminan-sumberdaya bagi negara-negara berkembang, pinjaman-pinjaman penting yang dijaminkan atas pendapatan sumberdaya masa depan.

Pinjaman-pinjaman dengan jaminan-sumberdaya diambil oleh pemerintah-pemerintah dari bank-bank dengan bunga tinggi dan dibayarkan peluanasannya dengan pendapatan (revenue) dari ekstraksi sumberdaya masa depan. Pada sisi baiknya, provisi pinjaman dengan jaminan-sumberdaya itu bisa jadi mengurangi kerja institusi multilateral, seperti IMF di negara-negara Angola dengan melimpahi pemerintah-pemerintah dengan dana yang tidak terikat pada persyaratan-persyaratan pinjaman IMF yang ketat. Pada sisi buruknya, pinjaman-pinjaman untuk negara-negara dengan jaminan-sumberdaya semacam itu bisa menimbulkan suatu sistem keuangan paralel penuh, berada di luar pengamatan seksama oleh publik, yang mendukung pemerintah bayangan dan membuka peluang-peluang untuk mengubah dana cash masuk ke kantong-kantong pribadi. Informasi-informasi seperti ini tidak tersaji secara rutin untuk masyarakat madani, yang atas nama merekalah hutang-hutang itu direncanakan. Sebagaimana halnya pendapatan dari sumberdaya, warga kebanyakan tidak dapat mengetahui apakah pinjaman-pinjaman itu sesuai dan dengan begitu mereka tidak mampu mengawasi pemerintah mereka untuk mempertanggungjawabkan penggunaan fasilitas-fasilitas kredit.

Bank-bank bersedia mengeluarkan pinjaman-pinjaman tersebut karena mereka memperoleh bunga tinggi dan terjamin atas ekstraksi sumberdaya masa depan, tetapi bank-bank membuat diri mereka menanggung resiko terlibat dengan penyalahgunaan dana-dana negara kecuali kalau provisi-provisi bisa dicek untuk mengetahui apakah pinjaman-pinjaman itu dipergunakan secara benar dan untuk memastikan bahwa manajemen fiscal pemerintah penghutang adalah transparan. Bank-bank dengan demikian mengungkapkan semua pinjaman-pinjaman yang dengan jaminan-sumberdaya dan mewajibkan para penghutang setuju untuk diaudit dalam suatu cara yang transparan, sebagai suatu syarat untuk menerima pinjaman. Pada kasus-kasus ketika sebuah perusahaan minyak negara merupakan penerima suatu pinjaman dengan jaminan-sumberdaya, audit keuangan perlu menampilkan tidak hanya penerimaan-penerimaan uangnya tetapi juga transfer-transfer uang sesudah itu untuk pemerintah.

Wolfsberg Principles, yang disusun secara sukarela oleh 11 bank terkemuka dan koalisi Ungkapkan Apa Yang Anda Bayarkan (Publish What You Pay/PYWP) anggota Transparency International, mengajak untuk menolak pemanfaatan pelayanan bank-bank untuk ‘kepentingan kriminal’.

Setiap bank penandatangan akan ‘berupaya untuk hanya menerima nasabah-nasabah yang sumber kekayaan dan dana yang mereka miliki diperoleh secara sah dan bisa dipertanggungjawabkan’. Hal ini dapat diperluas secara mudah dan efektif untuk menangani pengungkapan pinjaman-pinjaman yang diberikan dengan jaminan-sumberdaya.

Pada saat ini, sejumlah penandatangan kesepakatan Wolfgang, termasuk ABN Amro, Citibank dan Société Générale, meminjamkan uang untuk Angola untuk keperluan-keperluan yang tidak diketahui. Secara lebih luas, isu-isu pengungkapan pinjaman perlu dijadikan unsur-unsur dalam persyaratan ‘kenali-pelanggan-anda’ oleh bank-bank.